Muhammad Abdullah Azzam
17 April 2019•Update: 22 April 2019
Velid Abdullah, Zeynep Tüfekçi
TRIPOLI
Otoritas Kementerian Kesehatan dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa dua wanita tewas dan delapan orang lainnya terluka dalam serangan roket yang menargetkan kota Tripoli, Libya.
Juru bicara Badan Pertolongan Pertama, Usamah Ali mengatakan bahwa kini korban luka-luka berada dalam kondisi serius.
Sebelumnya serangan roket juga menghantam beberapa daerah di Tripoli.
Menurut laporan saluran televisi Libya, Ahrar, juru bicara GNA Muhammad Yunus menuduh pasukan Jenderal Khalifa Haftar yang telah melancarkan serangan roket ke Tripoli.
"Peluncuran serangan roket oleh Haftar terhadap warga sipil adalah bukti kekalahannya di medan perang," kata Yunus.
Di sisi lain, pasukan Haftar juga melontarkan tuduhan serupa ke GNA.
Awal bulan ini, pasukan pro-Haftar melancarkan kampanye militer untuk menguasai Tripoli, tempat markas Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB berada.
Pada Senin, GNA mengumumkan bahwa sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan meletus di sekitar Tripoli.
Sejak mendiang Presiden Muammar Gaddafi tahun 2011 digulingkan, dua kursi kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya: satu di Libya timur; dan satu lagi di Tripoli.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan jumlah kematian dalam konflik yang berlangsung selama 10 hari di Libya mencapai 174 orang, sementara 756 lainnya menderita luka-luka.