Somalia dan Turkiye sepakati kerja sama maritim dan modernisasi pelabuhan
Kerja sama Somalia–Turkiye mencakup peningkatan lalu lintas kapal, layanan pelabuhan, serta pengakuan sertifikat kompetensi pelaut
MOGADISHU, Somalia
Pemerintah Somalia menyetujui sejumlah perjanjian strategis di bidang perdagangan maritim, termasuk kesepakatan kerja sama maritim dengan Turkiye, dalam rapat kabinet federal yang digelar Kamis (5/2).
Persetujuan tersebut diambil dalam pertemuan rutin kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre. Pemerintah Somalia juga membahas langkah-langkah mendesak untuk mengurangi dampak kekeringan yang sedang berlangsung terhadap pasokan air dan pangan di negara itu.
Dalam rapat tersebut, kabinet menyetujui undang-undang pembentukan dana nasional manajemen bencana dan risiko, yang bertujuan mengatur proses kesiapsiagaan, pencegahan, serta respons terhadap bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia dalam satu skema terpadu.
Kabinet Somalia juga mengesahkan sejumlah kesepakatan internasional guna memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk Konvensi Internasional tentang Pengukuran Tonase Kapal 1969, Konvensi Internasional Nairobi tentang Penghapusan Bangkai Kapal 2007, serta Konvensi Ketenagakerjaan Maritim 2006.
Salah satu perjanjian penting yang disetujui adalah kerja sama maritim antara Republik Federal Somalia dan Turkiye.
Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan perdagangan maritim, peningkatan lalu lintas kapal, modernisasi layanan pelabuhan, pengakuan timbal balik sertifikat kompetensi pelaut, kerja sama teknis dan berbagi pengetahuan, jaminan kesetaraan layanan pelabuhan, serta fasilitasi kegiatan komersial.
Kerja sama Turkiye–Somalia telah berkembang secara multidimensi sejak 2011, terutama di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan.
Menteri Pelabuhan dan Transportasi Maritim Somalia Abdulkadir Mohamed Nur memuji persetujuan kabinet tersebut sebagai langkah besar dalam memperkuat tata kelola maritim Somalia dan posisi internasionalnya.
“Melalui kerja sama yang ditingkatkan dengan Republik Turkiye dan keikutsertaan dalam konvensi internasional penting, kami memodernisasi pelabuhan, mendorong perdagangan maritim yang aman dan efisien, melindungi lingkungan laut, serta menjunjung hak dan kesejahteraan para pelaut,” ujar Nur dalam pernyataan di media sosial X.
Ia menambahkan, langkah integrasi Somalia ke dalam sistem maritim global diharapkan dapat meningkatkan standar sektor maritim nasional menuju sektor yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan negara.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
