ISTANBUL
Rusia meluncurkan tahap awal proyek satelit internet Rassvet dengan mengorbitkan 16 satelit pertama, sebagai langkah untuk menyaingi layanan Starlink milik Amerika Serikat.
Perusahaan kedirgantaraan swasta Rusia, Bureau 1440, pada Selasa (24/3) menyatakan bahwa peluncuran tersebut menandai transisi dari tahap uji coba menuju pengembangan layanan komunikasi komersial berbasis satelit.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebutkan bahwa wahana antariksa berhasil menempatkan satelit ke orbit referensi pada Senin (23/3), dan selanjutnya akan dipindahkan ke orbit operasional setelah proses pemeriksaan dan aktivasi sistem di dalam satelit selesai.
“Peluncuran satelit pertama dalam konstelasi target ini menandai peralihan dari eksperimen menuju penciptaan layanan komunikasi,” demikian pernyataan Bureau 1440.
Perusahaan tersebut menambahkan bahwa tahap berikutnya mencakup puluhan peluncuran tambahan dan ratusan satelit untuk membangun jaringan komunikasi global berbasis orbit rendah.
Satelit Rassvet dirancang untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah, termasuk area terpencil. Saat ini, Bureau 1440 telah memiliki enam satelit di orbit yang diluncurkan melalui dua misi percobaan sebelumnya.
Menurut rencana perusahaan, layanan komersial dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027, dengan target lebih dari 250 satelit mengorbit pada tahap awal. Jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar 900 satelit pada 2035.
Kepala badan antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Bakanov, sebelumnya menyatakan bahwa proyek Rassvet akan menjadi jawaban Rusia terhadap dominasi Starlink dalam layanan internet berbasis satelit orbit rendah.