ISTANBUL
China menyatakan kekecewaan setelah Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) gagal mengadopsi rancangan resolusi yang diajukan Rusia terkait konflik di Timur Tengah, yang menyerukan penghentian permusuhan dan perlindungan terhadap warga sipil.
Duta Besar China untuk PBB Fu Cong mengatakan rancangan resolusi tersebut menegaskan kembali tujuan serta prinsip Piagam PBB dan mendesak semua pihak untuk menghentikan aksi militer.
Menurut Fu, rancangan resolusi itu juga mengecam serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil serta mendorong pihak-pihak yang bertikai untuk kembali ke jalur negosiasi diplomatik.
“China menyambut dan mendukung langkah ini, dan kami merasa kecewa serta menyesal karena rancangan resolusi tersebut tidak diadopsi,” kata Fu seperti dikutip Global Times.
Resolusi yang diajukan Rusia itu memperoleh empat suara dukungan dalam pemungutan suara pada Rabu (12/3), yakni dari Rusia, China, Somalia, dan Pakistan.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Latvia memberikan suara menolak rancangan resolusi tersebut.
Sebanyak sembilan negara lainnya memilih abstain, yakni Inggris, Prancis, Bahrain, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Denmark, Yunani, Liberia, dan Panama.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
