AS beri izin sementara pembelian minyak Rusia untuk stabilkan pasar energi
Amerika Serikat mengizinkan sementara pembelian minyak Rusia yang berada di laut untuk menstabilkan pasar energi
HOUSTON, AS
Pemerintah Amerika Serikat mengizinkan sementara pembelian minyak asal Rusia yang saat ini terdampar di laut guna membantu menstabilkan pasar energi global di tengah lonjakan harga akibat konflik dengan Iran.
Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis dan berlaku untuk minyak Rusia yang sudah berada dalam perjalanan di laut, menurut laporan media Amerika.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan langkah itu merupakan kebijakan sementara yang dirancang untuk meredam gangguan jangka pendek di pasar energi.
“Kenaikan sementara harga minyak merupakan gangguan jangka pendek yang pada akhirnya akan memberikan manfaat besar bagi negara dan perekonomian kami dalam jangka panjang,” kata Bessent dalam sebuah pernyataan.
Menurut laporan CNBC, sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia saat ini berada di laut di sekitar 30 lokasi di berbagai wilayah dunia hingga 12 Maret. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan minyak global selama lima hingga enam hari.
Bessent menjelaskan bahwa minyak Rusia tersebut sudah terdampar di laut setelah Iran menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik di kawasan.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat terbatas dan hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada dalam perjalanan, sehingga tidak memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi pemerintah Rusia.
Menurutnya, sebagian besar pendapatan energi Rusia berasal dari pajak yang dikenakan pada tahap produksi minyak.
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan pengecualian yang memungkinkan pembelian minyak Rusia yang sudah berada di laut itu akan berakhir pada 11 April.
Sebelumnya, negara-negara G7 dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap minyak Rusia setelah invasi Moskow ke Ukraina pada 2022, termasuk penetapan batas harga sekitar 44,10 dolar AS per barel.
Uni Eropa juga berkomitmen menghentikan seluruh impor minyak dari Rusia secara bertahap hingga akhir 2027.
Pada 2022, Presiden Amerika Serikat saat itu Joe Biden melarang impor minyak Rusia, gas alam cair, dan batu bara ke Amerika Serikat.
