Nasional

Wakil ketua MPR-RI desak pemerintah Indonesia minta DK-PBB bersidang soal Israel

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid mengecam teror dan kebrutalan polisi Israel terhadap Masjid al-Aqsa dan umat Islam yang sedang melakukan salat tarawih di dalamnya

Dandy Koswaraputra   | 08.05.2021
Wakil ketua MPR-RI desak pemerintah Indonesia minta DK-PBB bersidang soal Israel Polisi Israel menyerang jamaah Muslim dengan granat setrum dan peluru plastik di area Haram al-Sharif Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat, 7 Mei 2021 di Yerusalem Timur. ( Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

JAKARTA

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid mendesak pemerintah Indonesia untuk meminta DK-PBB dan Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk segera menggelar sidang guna melindungi Masjid al-Aqsa dari teror Israel.

Hidayat mengecam teror dan kebrutalan polisi Israel terhadap Masjid al-Aqsa dan umat Islam yang sedang melakukan salat tarawih di dalamnya serta mendesak agar lembaga-lembaga HAM internasional dan PBB untuk merespons tindakan brutal aparat Israel tersebut.

“(Mereka) agar segera menggelar sidang supaya Israel menghentikan kejahatannya,” kata Hidayat dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Anadolu Agency, Sabtu.

Dia menambahkan agar Kementerian Luar Negeri Indonesia memainkan peran lebih aktif untuk mendorong organisasi-organisasi internasional tersebut agar mengambil langkah konkret atas tindakan Israel tersebut.

Anggota DPR Indonesia Al Muzammil Yusuf mengecam tindakan polisi Israel yang menyerang Masjid al-Aqsa dan membubarkan jamaah yang sedang beribadah dengan menggunakan granat kejut dan bom gas pada Sabtu dini hari.

Muzammil menegaskan bahwa Israel terus mempertontonkan gerakan zionisme yang anti-HAM dan tidak menghormati agama.

“Sehingga bulan Ramadan ini mereka rusak dengan provokasi dan intimidasi,” kata Muzammil kepada Anadolu Agency, Sabtu.

Dia menambahkan sikap dan tindakan Israel ini dilanggengkan oleh standar ganda Barat yang menoleransi berbagai pelanggaran HAM zionis Israel di depan mata dunia.

Polisi Israel berusaha membubarkan jamaah Muslim di dalam area Haram al-Sharif di Masjid al-Aqsa pada Jumat malam, dengan menggunakan granat kejut dan bom gas.

Insiden itu menyebabkan banyak warga terluka, seorang pejabat dari Jerusalem Islamic Waqf (wakaf agama) mengatakan kepada Anadolu Agency.

Masjid Al-Aqsa adalah situs paling suci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Orang Yahudi menyebut daerah itu "Temple Mount," mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

Zionis Israel mencaplok seluruh Yerusalem Timur pada 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.




Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın