Musim dingin perburuk situasi Gaza, Uni Eropa tekan Israel longgarkan pembatasan bantuan
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk seiring datangnya musim dingin
LONDON
Uni Eropa pada Selasa mendesak Israel untuk mengizinkan organisasi nonpemerintah (NGO) internasional beroperasi kembali di Jalur Gaza, dengan memperingatkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak akan dapat mencapai skala yang dibutuhkan tanpa kehadiran mereka.
Dalam pernyataan bersama, Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas serta para komisioner Hadja Lahbib dan Dubravka Suica mengatakan kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk seiring datangnya musim dingin, sementara lembaga bantuan menghadapi pembatasan dalam menjalankan aktivitasnya.
Mereka menyoroti hujan deras, suhu yang semakin rendah, kurangnya tempat berlindung aman, serta fasilitas kesehatan yang “hampir tidak berfungsi” dengan tenaga dan peralatan yang sangat terbatas. Anak-anak juga disebut masih belum dapat kembali ke sekolah.
Pernyataan tersebut menyebut bahwa Dewan Eropa telah menyerukan semua pihak untuk melaksanakan resolusi terkait Gaza secara penuh dan sesuai prinsip hukum internasional, termasuk pembentukan dewan perdamaian dan pasukan stabilisasi sementara sebagai bagian dari rencana komprehensif mengakhiri konflik.
Dewan Eropa menekankan urgensi pengiriman bantuan kemanusiaan “secara cepat, aman, tanpa hambatan, dan dalam skala besar” ke seluruh wilayah Gaza. UE juga meminta Israel tidak melanjutkan penerapan undang-undang baru mengenai registrasi NGO, yang dinilai berpotensi membatasi operasi organisasi kemanusiaan.
“UE menyerukan Israel mengizinkan NGO internasional beroperasi dan menyalurkan bantuan penyelamatan jiwa bagi warga Palestina yang membutuhkan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pejabat UE memperingatkan bahwa pembatasan terhadap organisasi kemanusiaan internasional dapat berdampak serius. “Tanpa NGO internasional, bantuan tidak dapat disalurkan dalam skala yang diperlukan untuk mencegah lebih banyak korban jiwa.”
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak gencatan senjata diberlakukan, tentara Israel melakukan ratusan pelanggaran dan menewaskan 422 warga Palestina serta melukai 1.189 lainnya.
Konflik dua tahun sebelumnya menewaskan hampir 71.400 warga, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.200 orang sejak Oktober 2023.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
