Muhammad Nazarudin Latief
30 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
JAKARTA
Pemerintah Aceh mendatangi dan meminta Google memperbaiki terjemahan beberapa frasa dalam Bahasa Aceh ke Bahasa Indonesia dan Melayu, Senin lalu.
Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal mengatakan kesalahan penerjemahan frasa tersebut menimbulkan polemik pada masyarakat Aceh.
“Bagi sebagian masyarakat di luar Aceh kesalahan terjemahan itu tidak penting, namun tidak bagi masyarakat Aceh,” ujar Almuniza dalam siaran persnya, Rabu.
Almuniza tidak merinci frasa apa saja yang dianggap mengalami kesalahan penerjemahan.
Sebelumnya seorang warga Aceh bernama Haekal Afifa menemukan terjemahan Google Translate yang dianggap menampilkan frasa bernada penghinaan rasial. Di antaranya “suku Aceh” dan anak melayu yang diterjemahkan dengan tidak layak.
Zulfikar Muhammad dari Koalisi NGO HAM Aceh meminta Google untuk berkoordinasi dengan balai Bahasa Aceh jika melakukan terjemahan.
Head of Government Affairs & Public Policy Google Indonesia Putri R Alam menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh atas kesalahan dan kekeliruan teknologi penerjemahan tersebut.
Putri mengatakan, pihaknya berjanji akan memperbaiki sistem tersebut. Sejak awal kasus ini muncul ke permukaan, tambah dia, pihaknya juga sudah membenahi sistem terjemahan tersebut.