Nasional

Kebakaran pabrik mancis Binjai bermula dari insiden kecil

Polisi menetapkan pemilik dan manajemen pabrik sebagai tersangka karena mengabaikan standar keselamatan

Nicky Aulia Widadio  | 24.06.2019 - Update : 26.06.2019
Kebakaran pabrik mancis Binjai bermula dari insiden kecil Petugas kepolisian memeriksa lokasi kebakaran di pabrik korek api, di Binjai, Sumatera Utara, Indonesia pada 21 Juni 2019. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riadil Lubis setidaknya 30 orang tewas terbakar dalam kebakaran tersebut. (Kiki Cahyadi - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Nicky Aulia Widadio

JAKARTA

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menuturkan kebakaran pabrik mancis di Binjai, Sumatra Utara bermula dari insiden kecil yang terjadi pada salah satu karyawan.

Kebakaran pabrik mancis itu menyebabkan 30 orang tewas, lima orang di antaranya merupakan anak-anak.

Juru bicara Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan telah ada tiga orang tersangka yang diduga paling bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Ketiga tersangka merupakan pemilik perusahaan PT Kiat Unggul bernama Indra Mawan, Manager Operasional pabrik bernama Burhan, serta bagian personalia bernama Lismawarni.

“Iya (api muncul tidak disengaja), tapi kesalahan pemilik karena tidak sesuai standar keselamatan kerja,” ujar Dedi kepada Anadolu Agency pada Senin.

Berdasarkan keterangan karyawan sekaligus saksi yang selamat bernama Ayu Anita Sari, kejadian bermula ketika dia tengah merakit mancis dan hendak mengetes nyala api.

Namun, api menyambar tangan kiri Ayu sehingga dia melempar mancis yang terbakar ke atas sebuah meja, dimana di meja itu terdaat mancis yang tidak terisi penuh minyak atau gasnya.

Mancis itu terbakar dan api menyambar ke ruangan lain. Ayu beserta saksi lainnya bernama Nur Asiyah mencoba memadamkan api namun gagal.

Mereka kemudian keluar melalui pintu belakang dan meminta tolong kepada warga sekitar untuk memadamkan api.

“Setelah saksi keluar terjadi ledakan dari dalam rumah sebanyak empat kali ledakan yang mengakibatkan atap seng rumah tersebut terlepas ke atas dan api membesar,” jelas Dedi.

Sebanyak 25 karyawan lain yang tengah makan siang di ruangan tengah, beberapa di antaranya mengajak anak-anak mereka, akhirnya terjebak dan tewas.

Polisi telah mengidentifikasi para korban yang tewas dan menyerahkan jenazah mereka kepada keluarga.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.