Nicky Aulia Widadio
14 Oktober 2019•Update: 15 Oktober 2019
JAKARTA
Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris terkait kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.
Tersangka berinisial AWL, 24, ditangkap pada Minggu sekitar pukul 10.29 WITA.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Didik Supranoto mengatakan AWL berupaya membuat bom rakitan.
“Dia membeli bahan-bahan dasar untuk membuat bahan peledak serta beberapa barang yang dapat digunakan sebagai pendukung bom rakitan,” kata Didik melalui keterangan tertulis, Senin.
AWL juga diduga mendukung dan memberi bantuan kepada kelompok MIT yang tengah bersembunyi di wilayah Poso.
Selain AWL, Densus 88 masih mengejar seorang terduga teroris berinisial AA yang melarikan diri saat penggrebekan.
Densus telah menggeledah rumah AA dan menemukan sejumlah barang bukti seperti bahan-bahan kimia yang diduga untuk membuat bom hingga samurai.
Polri dan TNI masih menggelar Operasi Tinombala untuk mengejar kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.
Ali Kalora menjadi petinggi di MIT setelah sejumlah pimpinan kelompok ini satu per satu tewas dan ditangkap.
Pendiri MIT, Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala di Pegunungan Biru, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah pada Juli 2016 lalu.
Satgas Tinombala kemudian menangkap Basri, yang merupakan tangan kanan Santoso pada September 2016.
Sedangkan salah satu pentolan kelompok ini, Sabar Subagio alias Daeng Koro telah lebih dulu tewas dalam baku tembak pada April 2015 lalu.