Densus 88 tangkap 20 teroris JAD, diduga terkait bom Jolo Filipina
Dua orang di antaranya tewas ditembak saat penangkapan, satu orang terluka, dan 17 lainnya diamankan
Jakarta Raya
JAKARTA
Densus 88 Antiteror menangkap 20 tersangka teroris dari kelompok Jemaah Ansharut Daulah di Villa Mutiara, Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu.
Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan dua orang di antaranya tewas ditembak, satu orang terluka, dan 17 lainnya diamankan.
“Dua orang meninggal karena saat ditangkap melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP,” kata Ahmad dalam konferensi pers virtual, Rabu.
Kedua teroris yang tewas tersebut berinisial MR yang berusia 46 tahun, dan SA yang berusia 23 tahun.
Menurut Ahmad, MR dan SA diduga sebagai pengirim dana kepada pelaku bom bunuh diri gereja katedral di Jolo, Filipina pada 2019 yang menewaskan lebih dari 20 orang.
Pelaku dari bom bunuh diri tersebut juga masih satu kelompok dengan teroris JAD yang ditangkap saat ini.
MR dan SA bersama kelompoknya telah ber-bai’at kepada Daesh —atau yang dikenal dengan istilah ISIS— pada 2015 di Pondok Pesantren Aridho pimpinan Basri.
Basri merupakan terpidana kasus terorisme yang ditangkap pada 2015 dan meninggal di Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan pada 2018 karena sakit.
Pada 2016, MR dan SA pernah berupaya pergi ke Suriah pada 2016 untuk bergabung dengan kelompok Daesh, namun keberangkatannya dibatalkan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Ahmad menuturkan kelompok JAD di Villa Mutiara ini kemudian rutin berlatih menembak dan naik gunung sejak Oktober 2020.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
