Muhammad Latief
24 September 2017•Update: 25 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Jumlah warga di sekitar Gunung Agung yang mengungsi karena aktivitas gunung ini menjadi 34.931 jiwa, tersebar pada 238 titik pengungsian di tujuh kabupaten di Bali, ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Minggu.
Jumlah ini, menurut Sutopo, diperkirakan akan terus bertambah karena belum semuanya terdaftar oleh petugas. Angka ini juga tak memperhitungkan sebagian warga yang mengungsi ke luar Pulau Bali.
“Pendataan terus dilakukan oleh petugas,” ujarnya.
Namun, potensi masalah bisa timbul karena jumlah titik pengungsian. Menurut Sutopo, tempat pengungsian yang terlalu banyak ini bisa menyebabkan kendala dalam distribusi bantuan logistik.
“Satu tempat pengungsian idealnya ada minimal 200 jiwa,” kata dia.
Saat ini, beberapa tempat pengungsi ada yang hanya dihuni 10 warga saja.
Meski begitu, pendataan lebih lanjut harus terus dilakukan karena jumlah pengungsi sering berubah. Karena, sebut Sutopo, pada siang hari sebagian warga kembali ke rumah untuk memberi makan ternaknya, lalu mereka kembali ke tempat pengungsian pada sore atau malam hari.
Seharusnya, sebut Sutopo, ternak warga juga diungsikan dan dikumpulkan pada satu titik aman. Namun karena keterbatasan data, sarana, dan prasarana hal tersebut belum dilakukan. Urusan ternak ini sudah diserahkan pada pemerintah daerah setempat dengan pendampingan dari BNPB.
“Ada kaitan ekonomi, sosial, dan budaya antara masyarakat dan ternak menyebabkan penanganan pengungsi tidak mudah,” ujarnya.
Sementara itu, bantuan untuk penanganan bencana Gunung Agung masih terus mengalir. BNPB mengirimkan bantuan seberat 14 ton yang dibawa menggunakan kargo dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, hari ini. Bantuan berisi lima unit sirene mobile iRADITIF Telehouse seberat 5 ton, 50 tenda pengungsi, 300 tenda keluarga, 3.400 lembar selimut, 2.570 matras, alat komunikasi berupa radio codan, ACCU 1000, handy talky, genset portable, dan alat SMS broadcast.