Megiza Asmail
24 Desember 2017•Update: 26 Desember 2017
Megiza Asmail
JAKARTA
Gunung Agung kembali erupsi pada pukul 10.05 WITA hari ini. Erupsi terjadi disertai dengan asap kelabu tebal dengan tinggi kolom abu vulkanik sekitar 2.500 meter di atas puncak kawah mengarah ke Timur Laut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan erupsi hanya terjadi sekitar 10 menit. Pascaerupsi asap putih keluar dari kawah, dan kadang disertai embusan.
Sebelumnya, pada Sabtu sekitar pukul 11.57 WITA, Gunung Agung juga mengalami erupsi dengan asap kelabu tebal setinggi sekitar 2.500 meter condong ke timur laut. Hujan abu disertai pasir tipis terjadi di sekitar lereng Gunung Agung, seperti di Tulamben, Kubu.
“Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. PVMBG sampai saat ini masih menetapkan Gunung Agung status Awas (level 4). Status Awas ini berlaku sejak 27 November 2017 hingga saat ini,” ujar Sutopo dalam pernyataan resmi BNPB, Minggu.
Dia memastikan, tidak ada dampak merusak dari kedua erupsi tersebut. Akivitas masyarakat di Bali dipastikan normal.
“Justru banyak masyarakat di sekitar Bali menikmati erupsi. Tidak ada kepanikan di masyarakat. Saat ini masyarakat sudah teredukasi dengan cukup baik mengenai erupsi dan ancaman dari Gunung Agung,” imbuh dia.
Sutopo menambahkan, kode VONA (Vulcano Observatory Notice for Aviation) untuk Gunung Agung saat ini adalah Orange.
Sedangkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar dan Bandara Internasional Lombok masih beroperasi normal dan aman.
Selama musim penghujan hingga April 2018, arah angin di Bali diprediksi akan dominan ke arah Timur-Tenggara sehingga Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar akan aman.