Hayati Nupus
23 Desember 2017•Update: 26 Desember 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meminta agar negara yang mengeluarkan travel warning ke Bali karena status Awas Gunung Agung merevisi peringatan tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Arief Havas Oegroseno mengatakan pemerintah pada Jumat telah mengundang perwakilan diplomatik dan konsuler berbagai negara di Jakarta dan menyampaikan bahwa kondisi Bali tak seburuk yang diperkirakan.
“Mereka bisa memberikan laporan dan revisi travel warning kepada pemerintahnya masing-masing, agar wisatawan dari berbagai negara tersebut bisa datang dengan aman dan mengetahui letak bahayanya,” kata Arief.
Berdasarkan analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kata Arief, wilayah tak aman hanya di dalam radius 8-10 kilometer dari kawah Gunung Agung. Di luar itu Bali tak berbahaya untuk dikunjungi.
Lagipula, kata Arief, Gunung Agung berada jauh dari pusat kota di Bali. Berjarak 65 kilometer dari Denpasar dan 73 kilometer dari Nusa Dua.
“Daerah yang aman masih sangat luas,” tegas Arief.
Sedang kondisi penerbangan bergantung pada arah angin. Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Desember 2017 – Maret 2018 angin mengarah ke utara, bukan ke selatan tempat di mana bandara berada. Oleh karena itu Bandara I Gusti Ngurah Rai tak terpengaruh dengan kondisi Gunung Agung.
Pertemuan pada Jumat itu dihadiri oleh 15 negara, yaitu Inggris, Tiongkok, Belgia, Jerman, Austraia, Korea Selatan, Singapura, Swiss, Jepang, Bangladesh, Filipina, Belanda, Prancis, Qatar dan Maroko.