Erric Permana
28 November 2017•Update: 29 November 2017
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia menyatakan sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung belakangan ini.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memperkirakan ada sekitar 24 ribu wisatawan yang batal untuk berwisata di Bali akibat erupsi Gunung Agung.
"Tiap hari itu pesawat masuk sekitar 7000-8000 turis tiap hari ke Bali. Kalau sudah tiga hari tidak masuk, hitung saja berarti," ujar Jusuf Kalla di kantornya.
Tidak hanya wisawatan asing, acara tahunan pertemuan internasional IMF (Annual Meeting IMF - World Bank) yang akan berlangsung pada Oktober 2018 juga akan terganggu.
Bahkan Jusuf Kalla menyatakan pertemuan tersebut akan berpindah lokasi jika aktivitas Gunung Agung terus meningkat.
"Bisa saja. Tidak mungkin kan ada pertemuan penting dan terjadi erupsi sehingga pesawat tidak bisa masuk," tambahnya.
Saat ini kata dia Pemerintah Indonesia tengah mengevaluasi rencana pertemuan Annual Meeting IMF - World Bank. Kesepakatan untuk pemindahan venue acara tersebut akan dievaluasi hingga Maret atau April.
"Mereka akan melihat sampai tahun depan," ujar dia.