Hader Glang
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Bank Dunia pada Selasa berkomitmen untuk membantu membangun ulang kota Marawi yang hancur karena perang. Pernyataan itu datang menyusul kucuran dana dari dunia internasional terhadap pemulihan kota di selatan Filipina itu.
Petinggi Bank Dunia Kristalina Georgieva serta Direktur Bank Dunia di Brunei, Malaysia, Filipina dan Thailand Mara Warwick, memastikan perjanjian itu dalam pertemuan dengan pejabat-pejabat Filipina. Dalam pertemuan, hadir Menteri Keuangan Carloz Dominguez, Menteri Luar Negeri Peter Cayetano dan Menteri Perencanaan Sosioekonomi Ernesto Pernia.
"Kami hanya bisa menyampaikan simpati atas situasi Marawi. Sebagai institusi yang berkomitmen terhadap perkembangan damai dan berurusan dengan konflik, kami merasa terhormat bisa membantu dalam kapasitas pembangunan di Marawi," kata Georgieva, seperti dikutip media Manila Bulletin.
Pemerintah Filipina memperkirakan pemulihan kota Marawi - termasuk perbaikan infrastruktur, bantuan layanan dasar, dan penyediaan tempat tinggal bagi hampir 400.000 penduduk - akan memakan biaya USD 2,9 miliar.
Dominguez mengatakan, Bank Dunia setuju rencana penggunaan sumber daya domestik untuk menggalang dana pemulihan Marawi. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Dunia atas bantuan mereka kepada Filipina.
Menteri Keuangan menekankan, Filipina membutuhkan saran teknis dan keahlian Bank Dunia dalam proses pemulihan Marawi, karena Filipina minim pengalaman dalam program rehabilitasi skala besar.
Selain itu, Dominguez menyampaikan pada Georgieva dengan persetujuan Presiden Duterte, pemerintah juga akan menghibahkan dana domestik untuk program pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi Marawi dengan cara menerbitkan obligasi.
Sebelumnya pada Senin, Duterte mendeklarasikan Marawi bebas dari cengkeraman teroris dan siap memulihkan kembali kota itu.
news_share_descriptionsubscription_contact

