Erric Permana
06 April 2018•Update: 07 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Lima warga Muslim Rohingya, Myanmar ditemukan terdampar menggunakan sampan di laut lepas sekitar 176 mil dari pintu Pelabuhan Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno mengatakan kelima warga Rohingya tersebut terdiri dari dua pria, dua perempuan dan satu anak laki-laki.
“Ditemukan oleh nelayan Kuala Idi di Aceh Timur dalam KM Karunia King pada hari Senin Malam sekira pukul 20.30 WIB” ujar Agung Sampurno saat dihubungi Anadolu Agency melalui sambungan telepon pada Jumat 6 April 2018.
Menurut penurutan mereka dengan komunikasi terbatas kata Agung, warga Rohingya tersebut awalnya berjumlah 10 orang menggunakan sampan. Namun, lima di antaranya meninggal karena kekurangan makanan dan jenazahnya dibuang ke laut.
Pihak Imigrasi kata dia, hingga kini belum bisa berkomunikasi dan meminta keterangan lebih jauh kepada mereka karena kendala bahasa.
“Ada masalah bahasa mereka tidak bisa Bahasa Inggris jadi sedang dipanggil dari pihak kedutaan Myanmar yang ada di Jakarta,” kata dia.
Agung mengatakan kondisi kelima warga Rohingya ini dalam keadaan lemas dan mengalami dehidrasi. Selain itu juga, kulit mereka rusak dan terbakar. Saat ini, mereka dirawat di RSUD Zubir Mahmud di Kabupaten Aceh Timur.
Agung juga mengatakan kapal yang digunakan warga Rohingya itu merupakan kapal kayu kecil yang tidak untuk digunakan perjalanan jauh.
Imigrasi telah berkoordinasi dengan Badan PBB untuk pengungsi UNHCR menindaklanjuti status warga Rohingya itu. Setelah dilakukan investigasi dan dimintai keterangan, maka UNHCR akan memutuskan apakah status mereka merupakan pengungsi atau bukan.
“Mereka ini maunya apa, mau jadi pengungsi atau tidak, jadi saat ini mereka statusnya bukan pengungsi tapi manusia perahu yang terdampar di Indonesia ,” pungkas dia.