Iqbal Musyaffa
28 Agustus 2020•Update: 29 Agustus 2020
Jakarta
Dalam perdagangan akhir pekan ini rupiah ditutup menguat 28 point di level Rp14.632 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp14.660.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan Senin depan rupiah kemungkinan masih akan berfluktuatif bisa saja ditutup stagnan atau melemah terbatas 20-30 point di level Rp14.620-Rp14.670 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46 persen ke level 5.346,66 dengan nilai transaksi mencapai Rp7,77 triliun dan nilai net sell mencapai Rp995,69 miliar.
Sedangkan dalam perdagangan Senin depan IHSG akan ditransaksikan di level 5.335,00-5.355,00.
Dia mengatakan penguatan rupiah dan pelemahan IHSG pada akhir pekan ini pada sisi internal disebabkan oleh perpanjangan masa transisi PSBB di Jakarta selama 2 minggu ke depan hingga 10 September.
“Pandemi virus korona di DKI Jakarta yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan mengalami penurunan menjadi penyebab perpanjangan masa transisi,” ujar Ibrahim dalam keterangan resmi, Jumat.
Dia mengatakan pemerintah DKI Jakarta memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dengan kembali menekankan pentingnya penggunaan masker apabila keluar rumah untuk beraktivitas, mencuci tangan serta menjaga jarak untuk mengurangi penyebaran pandemi virus korona.
Ibrahim meengatakan pada hari ini ada tambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 820 orang membuat akumulasi pasien Covid-19 di Ibukota menjadi 36.462 orang.
Tingkat kesembuhan di Jakarta saat ini sebesar 77,6 persen dengan total pasien sembuh sebanyak 28.288 orang, sementara 1.147 orang meninggal dengan tingkat kematian 3,1 persen.
“7.027 orang pasien masih dirawat dan diisolasi di Jakarta,” imbuh dia.
“Dengan diperpanjangnya masa transisi PSBB, harapan Indonesia masuk dalam jurang resesi semakin lebar,” kata Ibrahim.
Menurut dia, resesi tidak bisa dihindari walaupun pemerintah terus melakukan strategi-strategi guna untuk menggairahkan pasar terutama konsumsi masyarakat yang masih stagnan dan Investasi yang juga tidak tumbuh akibat pembatasan aktivitas selama pandemi virus korona.
“Namun, pemerintah berupaya sekuat tenaga agar kontraksi di kuartal ketiga tidak terlalu dalam dengan agresif melakukan belanja negara,” jelas Ibrahim.
Dia mengatakan pemerintah mengucurkan dana untuk sektor UMKM dan dunia usaha atau koperasi sebesar Rp180 triliun sehingga walaupun kuartal ketiga terjadi kontraksi, namun pada kuartal keempat akan terhindar dari kontraksi sehingga Indonesia keluar dari resesi.
Sementara itu, pada sisi eksternal pasar merespon kebijakan moneter baru setelah Gubernur the Fed Jerome Powell meluncurkan strategi baru Federal Reserve yang agresif untuk mengangkat lapangan kerja dan meningkatkan toleransi untuk inflasi yang lebih tinggi sehingga mendorong imbal hasil obligasi AS naik.
Jerome Powell mengatakan bank sentral akan berusaha mencapai inflasi rata-rata 2 persen, sehingga periode inflasi super rendah kemungkinan akan diikuti dengan upaya untuk mengangkat inflasi.
“Selain itu, pasar merespon positif mengenai kabar bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengundurkan diri pada hari ini,” ujar Ibrahim.
Menurut dia, spekulasi pengunduran diri Abe sudah berhembus dalam beberapa pekan terakhir, dan semakin menguat belakangan ini.
Ibrahim mengatakan walaupun partai berkuasa di Jepang mengatakan kesehatan Abe baik-baik saja, namun baru-baru ini Abe berkunjung ke rumah sakit selama hampir delapan jam sehingga memicu spekulasi kemampuan Abe untuk melanjutkan masa jabatan hingga September 2021.