Iqbal Musyaffa
08 Januari 2020•Update: 09 Januari 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa hingga akhir Desember 2019 sebesar USD129,2 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan posisi cadangan devisa meningkat dari posisi akhir November lalu yang sebesar USD126,6 miliar.
“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” jelas Onny dalam keterangan resmi, Rabu.
Dia mengatakan Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Onny menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisa pada Desember 2019 terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa migas, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, dan penerimaan valas lainnya.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” tambah dia.
Berikut ini adalah posisi cadangan devisa Indonesia sepanjang 2019:
Januari : USD120,1 miliar
Februari : USD123,3 miliar
Maret : USD124,5 miliar
April : USD124,4 miliar
Mai : USD120,3 miliar
Juni : USD123,8 miliar
Juli : USD125,9 miliar
Agustus : USD126,4 miliar
September : USD124,3 miliar
Oktober : USD126,7 miliar
November : USD126,6 miliar
Desember : USD129,2 miliar