Saadet Gokce
22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Para menteri luar negeri Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru menyoroti berbagai tantangan global dalam Konferensi Pascapertemuan Tingkat Menteri bersama ASEAN yang digelar di Manila, Filipina, Rabu.
Mereka menekankan pentingnya memperkuat kerja sama kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan perubahan global.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyatakan dukungannya terhadap persatuan dan sentralitas ASEAN.
Ia mengatakan Jepang ingin memperdalam kerja sama di bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama dan potensi besar, termasuk transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi hijau.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan gangguan terhadap rantai pasok global, ketidakstabilan di Timur Tengah, serta pesatnya transformasi teknologi sedang membentuk ulang kawasan sekaligus menciptakan peluang dan tantangan baru.
"Dengan memperkuat rasa solidaritas, kita dapat menghadapi ketidakpastian dengan lebih baik, memperluas ruang strategis, dan menciptakan peluang baru bagi masyarakat kita," kata Cho.
Ia menambahkan Seoul tengah bekerja sama dengan ASEAN melalui sejumlah inisiatif konkret, termasuk program pendampingan berbasis AI serta pengembangan industri budaya dan kreatif.
Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan dunia saat ini menghadapi tantangan baru yang unik, mulai dari kembali menguatnya persaingan geostrategis, tantangan terhadap sistem multilateral berbasis aturan, kecerdasan buatan, hingga perubahan iklim.
"Kemitraan kita tetap menjadi kekuatan terbesar. Kemitraan itu menjadi landasan kerja sama, kolaborasi, pertukaran pengetahuan dan keahlian, perdagangan, serta kemakmuran bersama," ujar Peters.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan tahun ini menjadi periode yang penuh tantangan karena lanskap strategis berubah, persaingan semakin ketat, serta risiko eskalasi dan salah perhitungan terus meningkat.
"Dampak penuh dari berbagai guncangan tahun ini di Timur Tengah, kawasan kita, dan perekonomian global masih terus berkembang," katanya, seraya menyoroti dampaknya terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, serta rantai pasok bahan bakar, pupuk, dan komoditas lainnya.
Wong mengatakan Australia akan terus mendukung berbagai inisiatif yang dipimpin ASEAN untuk memperkuat ketahanan ekonomi, termasuk ASEAN Power Grid dan Digital Economy Framework Agreement.
Ia menambahkan bahwa peristiwa sepanjang setahun terakhir menunjukkan besarnya ketergantungan antarnegara dalam menjaga keamanan dan kemakmuran, sehingga peran sentral ASEAN beserta kemitraannya menjadi semakin penting.
"ASEAN penting bagi Australia karena pada dasarnya ASEAN menjadi pusat kawasan ini, kawasan tempat kita hidup dan tempat masa depan dunia sedang dibentuk. ASEAN membangun hubungan, membentuk aturan, dan memperkuat ketahanan bersama," kata Wong.