Iqbal Musyaffa
08 April 2020•Update: 13 April 2020
JAKARTA
Penjualan eceran Indonesia pada Februari 2020 mengalami penurunan, mengutip hasil survei penjualan eceran oleh Bank Indonesia, Rabu.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, penurunan ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2020 yang sebesar 216,4 atau turun 0,8 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan penurunan 0,3 persen (yoy) pada Januari 2020.
“Penurunan penjualan eceran tersebut disebabkan oleh penurunan penjualan kelompok barang lainnya, khususnya sub-kelompok sandang serta kelompok barang budaya dan rekreasi,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa penjualan eceran diperkirakan turun lebih dalam pada Maret 2020, yang tercermin dari perkiraan pertumbuhan IPR Maret 2020 sebesar -5,4 persen (yoy) dengan indeks sebesar 217,8.
Kontraksi penjualan terjadi pada seluruh kelompok komoditas yang disurvei, terutama pada sub-kelompok komoditas sandang sebesar -45,9 persen (yoy), lebih dalam dari -40,4 persen (yoy) pada Februari 2020.
“Hasil survei mengindikasikan tekanan harga di tingkat pedagang eceran meningkat dalam tiga bulan mendatang (Mei 2020), namun menurun dalam enam bulan mendatang (Agustus 2020),” jelas Onny.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 173,0 (Mei 2020), lebih tinggi dibandingkan dengan 165,5 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 153,7, (Agustus 2020), lebih rendah dari 161,8 pada bulan sebelumnya.