Bank Indonesia alirkan likuiditas Rp300 triliun sejak awal tahun
Bank sentral berharap agar stimulus fiskal dari pemerintah tepat sasaran, sehingga bisa mendorong konsumsi masyarakat dan mendukung keberlanjutan UMKM dan dunia usaha
Jakarta Raya
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan telah melakukan penyaluran likuiditas ke sektor perbankan sebanyak hampir Rp300 triliun sejak awal tahun.
Namun likuiditas tersebut, kata Bank Indonesia, belum mampu menggerakkan sektor riil.
“Quantitative easing hampir Rp300 triliun sejak awal tahun yang artinya likuiditas perbankan lebih dari cukup. Kenapa belum mengalir ke sektor riil? Inilah peran dari stimulus fiskal,” ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam rapat kerja virtual bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.
Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral terus menjalin komunikasi dengan pemerintah agar stimulus fiskal yang diberikan bisa tepat sasaran, sehingga bisa mendorong konsumsi masyarakat serta mendukung keberlanjutan UMKM dan dunia usaha.
Perry menambahkan, selain lewat quantitative easing, BI sudah melakukan penurunan suku bunga sehingga suku bunga acuan saat ini sebesar 4,5 persen.
Lebih lanjut, Perry juga mengatakan siap untuk mengambil kebijakan pelonggaran likuiditas lebih lanjut dengan melakukan quantitative easing melalui operasi moneter ataupun pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan apabila dibutuhkan untuk menjaga likuiditas perbankan dan juga sektor jasa keuangan.
