Muhammad Nazarudin Latief
06 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
JAKARTA
Wabah Covid-19 memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi Asia.
Menurut analisis terbaru Asian Development Bank (ADB) dampak itu terjadi di semua bidang seperti penurunan kunjungan wisata dan perjalanan bisnis; konsumsi domestik dan hubungan perdagangan, produksi dan pasokan barang serta kesehatan.
Rentang skenario menunjukkan dampak global dalam kisaran USD77 miliar hingga USD347 miliar, atau 0,1-0,4 persen dari produk domestik bruto global (PDB).
Menurut ADB, besarnya kerugian ekonomi masih akan berkembang, tergantung penyebaran wabah.
Dalam skenario moderat, kerugian ekonomi akan mencapai USD156 miliar atau 0,2 persen dari PDB global, dengan catatan larangan perjalanan aktivitas ekonomi yang diberlakukan mulai Januari mulai dicabut tiga bulan setelahnya.
Sebanyak USSD103 miliar di antara kerugian tersebut terjadi di China, sedangkan negara asia lain akan mengalami kerugian sekitar USD22 miliar atau 0,2 persen dari PDB.
"Ada banyak ketidakpastian tentang Covid-19, termasuk dampak ekonominya," kata Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada pada Jumat.
“Butuh beberapa skenario untuk bisa memberikan gambaran jelas tentang potensi kerugian. Kami berharap analisis ini dapat mendukung pemerintah mempersiapkan langkah-langkah mengurangi dampak pada masyarakat dan ekonomi dari wabah ini," tambah dia.
Analisis ADB memberikan rincian skenario bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi wabah Covid-19. Termasuk skenario terburuk pada sektor-sektor ekonomi.
ADB saat ini menyiapkan dana sebesar USD2 juta sebagai respons terhadap wabah ini, termasuk meningkatkan kemampuan deteksi, pencegahan dan bantuan ke Sub Region Mekong Besar di China.
ADB juga mengalokasikan dana untuk negara-negara sedang berkembang, sektor swasta dan perusahaan farmasi dalam menghadapi wabah ini.
“ADB akan menggunakan cara yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang diidentifikasi termasuk melalui bantuan keuangan yang ada dan baru, pinjaman bantuan darurat, pinjaman berbasis kebijakan, investasi sektor swasta, dan pengetahuan dan bantuan teknis,” ujar Yasuyuki.
Negara-negara Asia yang akan terdampak signifikan adalah mereka yang memiliki hubungan perdagangan dan produksi yang kuat dengan China.
Negara seperti Hong Kong, Cina; Mongolia; orang Filipina; Singapura; Taipei, Cina; dan Vietnam akan terkena dampak material dari wabah Covid-19.
Negara-negara ini juga mendapatkan banyak kunjungan wisatawan dari China.
Menurut ADB, negara paling terdampak adalah Maldives sebesar -2,05 persen disusul Kamboja sebesar 1,59 persen kemudian Thailand sebesar -1,11 persen.
Negara paling tidak terdampak adalah Pakistan yang hanya akan berkurang -0,01 persen dan Bangladesh dengan angka yang sama.