Iqbal Musyaffa
06 Maret 2020•Update: 08 Maret 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari sebesar USD130,4 miliar, atau berkurang USD1,3 miliar dari posisi pada akhir Januari yang sebesar USD131,7 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Jumat.
Onny menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa pada Februari 2020 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” lanjut dia.