Astudestra Ajengrastrı
27 Maret 2018•Update: 28 Maret 2018
Alex Jensen
SEOUL
Para pejabat Korea Selatan menanggapi dengan serius kemungkinan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan kunjungan kejutan ke Tiongkok, Selasa.
Tindakan ini dilakukan setelah media lokal melaporkan bahwa Kim mungkin melakukan perjalanan dengan kereta khusus menuju Beijing sehari sebelumnya, meskipun pemimpin negara reklusif ini diketahui tak pernah bepergian ke luar negaranya sejak mengambil alih tampuk kepemimpinan pada 2011.
"Apakah Pemimpin Partai Pekerja Korea Kim Jong-un sedang mengunjungi Tiongkok, masih belum diverifikasi," ujar seorang pejabat di Kementerian Luar Negeri Korea Selatan seperti dikutip Kantor Berita Yonhap.
"Pemerintah kami sedang berusaha untuk mengendalikan situasi, termasuk mencari tahu apakah laporan ini benar adanya," ujar pejabat itu.
Para pengamat Korea Utara juga berspekulasi tentang apakah Kim Jong-un mengirimkan salah satu tangan kanannya di rezim Pyongyang ke Tiongkok, seperti saat dia mengirim saudara perempuannya Kim Yo-jong ke Korea Selatan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin bulan lalu.
Kunjungan Kim Yo-jong kala itu kemudian membuka jalan untuk diadakannya pertemuan antar-Korea pada April, yang menjadi pertemuan pertama kedua negara dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.
Para analis beranggapan Kim mungkin ingin melakukan dialog terlebih dahulu dengan Tiongkok sebelum pertemuan bersejarah tersebut, terlebih dengan akan diadakannya pertemuan lain yang tak kalah penting yakni dengan Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan terjadi pada Mei.
Menurut Yonhap, seorang pejabat di kantor kepresidenan Seoul menyatakan mereka mempertimbangkan "semua kemungkinan".
Pejabat yang memilih untuk tidak disebutkan namanya ini mengaku kepada reporter jika Korea Selatan saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih detail karena Seoul juga sedang mencari informasi lebih jauh tentang situasi ini.