Alex Jensen
03 November 2017•Update: 03 November 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengirim pesawat pengebom B-1B ke Korea Selatan kemarin.
Pernyataan tersebut kemudian dibenarkan oleh Washington.
Menurut Kantor Berita KCNA, pesawat tersebut dikirim dari Guam ke Korea Selatan dan kembali lagi ke Guam pada Kamis untuk persiapan serangan nuklir ke Korea Utara.
KCNA menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari serangkaian ancaman dan provokasi AS untuk menghancurkan Republik Korea Utara.
Korea Utara mengklaim pengembangan senjata nuklir miliknya - yang dilarang oleh PBB - sebagai hak kedaulatan untuk merespon agresi AS.
Kenyataan bahwa Pyongyang mampu mendeteksi pesawat tempur menunjukkan kemampuannya untuk menemukan pesawat tempur asing, meskipun sebelumnya negara ini mengklaim sebaliknya.
Lewat pernyataan Angkatan Udara Pasifik, AS menegaskan bahwa penerbangan tersebut bukanlah ancaman balasan seperti uji coba nuklir dan rudal Korea Utara.
Presiden AS Donald Trump akan berkunjung ke Korea Selatan pada Selasa depan sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan wilayah Asia selama 12 hari.
Menurut Penasihat Keamanan Nasional AS H.R. McMaster, Trump akan menemui Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membahas opsi militer, salah satunya adalah bagaimana menghadapi Korea Utara.
Badan intelijen negara di Seoul telah memperingatkan bahwa Korea Utara kemungkinan tengah mempersiapkan provokasi lain bertepatan dengan kunjungan Trump tersebut.