Roy Ramos
03 November 2017•Update: 03 November 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY
AS dan Tiongkok mempererat hubungan mereka tepat sebelum Presiden AS Donald Trump memulai kunjungan 12 harinya ke Asia, dari 5 hingga 14 November.
Seorang pejabat senior Gedung Putih memastikan Trump akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di tengah perhelatan ASEAN Summit, menurut kantor berita Philippine News Agency.
ASEAN baru saja menandai 50 tahun berdirinya blok regional itu. Tahun ini, giliran Filipina menjadi ketua ASEAN.
"Presiden Trump akan menghadiri jamuan makan malam pada tanggal 12 untuk merayakan peringatan 50 tahun ASEAN, 40 tahun hubungan ASEAN dengan AS, serta konferensi East Asia Summit (EAS)," bunyi sebuah pernyataan dari Gedung Putih.
Kehadiran Trump akan menunjukkan dukungan AS terhadap rencana perdagangan dan keamanan Indo-Pasifik yang berasaskan kebebasan, keterbukaan dan kepatuhan hukum, kata pejabat senior AS.
Sejumlah negara anggota ASEAN - Brunei, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina dan Thailand - ikut serta dalam pelatihan maritim gabungan terbesar yang diselenggarakan oleh Menteri Perhubungan Tiongkok di provinsi Guangdong pada Selasa, menurut laporan kantor berita ABS-CBN.
Latihan itu bertujuan untuk meningkatkan kooperasi maritim di Laut Cina Selatan dan merupakan salah satu janji Deklarasi Sikap Antar Negara di perairan yang disengketakan itu.
Beijing mengatakan seluruh Laut Cina Selatan, termasuk gugusan pulau, adalah milik mereka. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim kepemilikan sebagian dari perairan itu.
Sebelumnya pada awal tahun ini Beijing bersama ASEAN berkomitmen mendeklarasikan Kode Etik untuk menyikapi sengketa dan mendukung kooperasi maritim di wilayah Laut Cina Selatan.
Filipina mengatakan akan mengirim hampir 60.000 pasukan keamanan untuk konferensi itu.