Gizem Nisa Demir
15 Juni 2026•Update: 15 Juni 2026
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menyambut baik kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di antara kedua negara, serta menyebutnya sebagai langkah penting menuju perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X pada Senin (15/6), Fidan mengatakan Turkiye memandang positif kesepakatan tersebut dan berharap perundingan lanjutan dapat berlangsung secara konstruktif.
"Kami menyambut baik kesepakatan yang dicapai dengan tujuan mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran," kata Fidan.
Ia menggambarkan kesepakatan itu sebagai "tonggak penting menuju terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan."
Fidan juga menyatakan harapannya agar perundingan lanjutan yang bersifat pelengkap dapat berjalan secara konstruktif.
"Kami mengucapkan selamat kepada para pihak yang telah mengambil langkah penting ini, serta kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dan negara-negara lain yang turut berkontribusi dalam proses ini, khususnya Qatar," ujarnya.
Menteri luar negeri Turkiye itu menekankan pentingnya mencegah berbagai upaya yang dapat menggagalkan kesepakatan tersebut.
Ia juga menyerukan kepada seluruh negara terkait agar bertindak secara bertanggung jawab demi menjaga perdamaian dan keamanan kawasan.
"Sebagai Turkiye, di bawah kepemimpinan Presiden kami, sejak awal kami telah memberikan dukungan dan upaya yang signifikan terhadap proses ini. Dukungan kami untuk mewujudkan perdamaian, ketenangan, dan stabilitas di kawasan akan terus berlanjut tanpa henti," kata Fidan.
Pernyataan Fidan disampaikan setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin dini hari mengumumkan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran setelah berlangsungnya perundingan intensif.
Menurut Sharif, kedua pihak sepakat untuk segera dan secara permanen mengakhiri operasi militer di seluruh front, termasuk di Lebanon.
Sharif juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Swiss.