Iqbal Musyaffa
14 Oktober 2020•Update: 15 Oktober 2020
JAKARTA
International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2021 sebesar 5,2 persen pada proyeksi bulan Oktober.
Proyeksi tersebut lebih rendah dari perkiraan pada bulan Juni lalu yang sebesar 5,4 persen akibat dari penurunan ekonomi pada 2020 yang diperkirakan lebih moderat serta konsisten dengan ekspektasi dari pembatasan sosial yang masih akan terus berlangsung akibat Covid-19.
Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath mengatakan setelah perekonomian global mengalami perbaikan pada 2021, selanjutnya secara bertahap ekonomi global akan tumbuh melambat sekitar 3,5 persen pada jangka menengah.
Kondisi ini menyiratkan adanya pertumbuhan yang terbatas pada jalur aktivitas ekonomi di tahun 2020 hingga 2025 yang diproyeksikan sebelum adanya pandemi untuk negara maju ataupun berkembang.
“Ini merupakan kemunduran parah terhadap proyeksi peningkatan standar hidup rata-rata di semua kelompok negara dan pandemi ini membalikkan kemajuan yang sudah dicapai sejak tahun 1990 dalam mengurangi kemiskinan global serta meningkatkan ketimpangan,” ujar Gita dalam laporannya, Rabu.
Dia mengatakan hampir 90 juta orang akan jatuh ke dalam jurang kemiskinan dengan pendapatan di bawah USD1,9 per hari yang menjadi ambang batas pendapatan kelompok miskin ekstrem.
Selain itu, penutupan sekolah selama pandemi juga menjadi tantangan baru yang sangat signifikan sehingga menghambat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemulihan ekonomi global kemungkinan besar akan berlangsung lama, tidak merata, dan tidak pasti,” jelas Gita.
Dia mengatakan prospek pemulihan ekonomi tahun 2021 lebih buruk secara signifikan dibandingkan dengan outlook pada Juni lalu, terutama di beberapa negara berkembang akibat dari penularan Covid-19 yang meningkat dengan cepat.
Akibatnya, negara berkembang selain China diproyeksikan mengalami kehilangan output yang lebih besar selama tahun 2020-2021 dibandingkan kondisi sebelum pandemi.