Muhammad Latief
24 September 2017•Update: 25 September 2017
Muhammad Latief
JAKARTA
Menteri Kordinator Maritim Luhut Pandjaitan akan memindahkan lokasi pertemuan tahunan IMF-World Bank meeting yang sedianya akan digelar di Nusa Dua, Bali, Oktober 2018 mendatang.
Pemindahan bakal dilakukan jika aktivitas vulkanik Gunung Agung terus memburuk.
“Rencana kontingensi itu harus ada. Kita tunggu sekitar dua minggu ke depan sambil berdoa semoga keadaan ini membaik,” ujar Luhut dalam pernyataan resmi, Minggu.
Luhut, mengaku telah membicarakan masalah ini dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo.
Pada intinya, pemerintah akan melakukan berbagai hal untuk melancarkan pertemuan tersebut.
Situasi di Bali, menurut Luhut akan dilaporkan dalam rapat panitia pertemuan tersebut di Washington 11-13 Oktober mendatang. Pemerintah mengklaim persiapan pertemuan tersebut sudah 95 persen.
Indonesia merupakan negara ASEAN keempat yang menjadi tuan rumah acara ini. Negara-negara lain yang pernah menjadi tuan rumah acara ini adalah Filipina pada 1976, Thailand pada 1991, dan Singapura pada 2006.
Pemerintah sudah mengajukan rencana anggaran pertemuan ini dalam RAPBN 2018 sebesar Rp868 miliar. Dana tersebut digunakan untuk persiapan infrastruktur di sekitar lokasi penyelenggaraan dan sewa hotel.
Harapannya, dari acara ini ekonomi wisata Bali akan bergerak semakin cepat. Akan ada sekitar 15 ribu delegasi dari 189 negara-negara anggota IMF-WB yang terdiri dari Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan, pimpinan dan staf IMF-WB, para pelaku utama sektor keuangan, akademisi, CSD/NGO, pers dan observer.