Muhammad Nazarudin Latief
12 Februari 2018•Update: 12 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Kesepakatan negara-negara eksportir karet dunia atau Tripartite Rubber Council (ITRC), yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia untuk mengurangi ekspor mulai terlihat hasilnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, Senin, mengatakan, harga karet alam dunia sekarang naik sebesar 5 persen.
Harga rata-rata karet alam menurut Daily Composite Price IRCo (14-day moving average) naik dari USD1,46/kg pada 21 Desember 2017 ke USD 1,54/kg pada 31 Januari 2018.
Kata Oke, keputusan mengurangi ekspor ini diambil pada pertemuan ITRC di Bangkok, Thailand 22 Desember 2017 dalam skema Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) ke-5. Dalam kesepakatan tersebut disebutkan ekspor karet akan dikurangi sebesar 350.000 ton selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2018.
“Akan dimonitor dan dievaluasi tiap bulan oleh Komite Monitoring dan Pengawasan dari ITRC,” ujar Oke.
Keputusan ini, menurut Oke adalah langkah bersama negara produsen karet alam untuk mendongkrak harga, terutama agar harga bergerak ke tingkat yang lebih menguntungkan petani.
Indonesia, menurut Oke mendukung kesepakatan ini dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 67 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan AETS Kelima untuk Komoditas Karet Alam. Kemendag menunjuk Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) sebagai pelaksana AETS.
“Kalau ada yang melanggar, akan disanksi,” ujar dia.
Nilai ekspor karet alam Indonesia ke dunia turun dengan tren 20,69 persen pada periode 2012-2016, sedangkan volume ekspornya tidak berubah signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor karet alam pada 2012 mencapai USD7,86 miliar dengan volume 2,44 juta ton.
Pada 2013, nilai ekspor turun menjadi USD 6,90 miliar dengan volume ekspor naik menjadi 2,70 juta ton.
Tahun 2014, nilai ekspor kembali turun ke USD 4,7 miliar dengan volume ekspor turun menjadi 2,62 juta ton.
Sementara pada 2015, nilai ekspor turun ke USD 3,69 miliar dengan volume ekspor naik sedikit ke 2,63 juta ton.
Kemudian pada 2016 nilai ekspor turun menjadi USD 3,37 miliar dengan volume ekspor turun ke 2,57 juta ton.
Nilai ekspor membaik pada periode Januari-November 2017 menjadi USD 4,77 miliar dengan volume ekspor naik menjadi 2,77 juta ton.