30 Agustus 2017•Update: 30 Agustus 2017
Barry Eitel
SAN FRANSISCO
Dara Khosrowshashi, yang saat ini masih berstatus chief excecutive di perusahaan penyedia layanan travel online Expedia, mengonfirmasi pada Selasa dirinya akan menerima pekerjaan sebagai CEO Uber.
Khosrowshashi mengumumkan niatnya mengepalai perusahaan yang berkantor di San Fransisco ini dalam wawancara dengan Wall Street Journal dan Bloomberg. Dewan direksi Uber pada Minggu memilih secara bulat untuk memperkerjakan Khosrowshashi, meski Uber menolak memberi komentar secara langsung mengingat Expedia adalah perusahaan publik.
Uber memilih Khosrowshashi, seorang imigran asal Iran yang pindah ke Amerika Serikat saat kecil, mengalahkan kandidat lain yaitu CEO General Electric Jeff Immelt dan CEO Hewlett-Packard Meg Whitman.
Melalui komentarnya kepada Wall Street Journal, Khosrowshashi berkata pekerjaan ini adalah kesempatan “sekali seumur hidup”.
Di 2017, Uber diterpa berbagai skandal, mulai dari tuduhan bahwa para eksekutifnya mendukung Donald Trump, sampai dugaan kekerasan seksual di kantor pusat perusahaan ini. Co-founder dan mantan CEO Travis Kalanick meninggalkan perusahaan ini pada Juni, setelah banyaknya kritik yang ditujukan atas kepemimpinannya.
Meski begitu, Kalanick tetap duduk di direksi Uber dan memiliki saham mayoritas perusahaan. Saat ini, Kalanick dituntut oleh direksi Uber yang lain, perusahaan venture capital Benchmark Capital Partners, dengan tuduhan penipuan.
Juru bicara Kalanick membantah hal ini melalui pernyataan tertulis, menyatakan tuduhan itu tak berdasar dan “penuh kebohongan,” lapor Los Angeles Times.
Khosrowshashi berkata, Kalanick akan meneruskan perannya atas Uber dalam batas-batas tertentu dan hubungan mereka berdua masih dalam tahap perkenalan.
“Saya pikir kami saling menghormati,” tambah dia.
Uber saat ini tercatat sebagai perusahaan swasta dengan valuasi paling tinggi di dunia, dan banyak investor berharap Khosrowshashi akan membawanya ke arah IPO.
Uber sendiri mulai mengurangi jumlah kerugian di beberapa kuartal terakhir. Uber mengalami kerugian USD 645 juta dengan pendapatan USD 1,75 juta selama kuartal kedua tahun ini.
Saham Expedia turun pada Senin lalu setelah kabar Khosrowshashi pindah posisi ke Uber, namun sehari setelahnya mengalami rebound, dan ditutup naik 1 persen pada USD 143,99.