Astudestra Ajengrastrı
20 Maret 2018•Update: 20 Maret 2018
Ovunc Kutlu
NEW YORK
Uber memutuskan menunda untuk mengetes kendaraan dengan pengemudi otomatis (self-driving) pada Senin setelah insiden kecelakaan yang menewaskan seorang pejalan kaki wanita di Arizona, menurut laporan media.
Seorang wanita di Tempe menyeberang jalan melewati garis, kemudian ditabrak oleh salah satu mobil dengan kemudi otomatis milik perusahaan transportasi online tersebut pada sekitar pukul 22.00 (0700GMT).
Wanita yang indetitasnya belum dibuka untuk publik ini lalu dipindahkan ke rumah sakit lokal dan tewas karena luka-luka yang dideritanya, menurut Kepolisian Tempe.
Kendaraan milik Uber tersebut disetting dalam mode menyetir sendiri, namun diketahui ada seorang awak manusia yang duduk di dalamnya dan bertugas sebagai petugas pengemudi keselamatan saat insiden terjadi, menurut laporan. Kematian ini merupakan kecelakaan pertama yang menewaskan pejalan kaki dalam teknologi self-driving.
Perusahaan yang berbasis di California ini pada Senin menyatakan akan menunda pengetesan teknologi self-driving di beberapa kota di AS seperti Tempe, Pittsburgh, dan San Fransisco, termasuk juga di Toronto, Kanada.
"Ini adalah berita sedih dari Arizona," cuit CEO Uber Dara Khosrowshahi di lama Twitternya. "Kami memikirkan keluarga korban seraya bekerja bersama penegak hukum lokal untuk memahami apa yang terjadi," tambah dia.
Uber sebelumnya sudah pernah menunda tes untuk kendaraan self-driving mereka di Tempe setahun yang lalu, pada Maret 2017, ketika salah satu mobil mereka menabrak mobil lain yang tak mampu menghindar sehingga mengakibatkan mobil milik Uber terguling.