Iqbal Musyaffa
13 Oktober 2020•Update: 14 Oktober 2020
JAKARTA
Bank Indonesia mengatakan perbaikan perekonomian global terus berlanjut sesuai perkiraan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia terus membaik dipengaruhi besarnya stimulus fiskal di beberapa negara maju, terutama Amerika Serikat (AS).
“Perbaikan juga didukung oleh pemulihan ekonomi China sebagai dampak dari besarnya stimulus fiskal dan berkurangnya penyebaran Covid-19,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Dia mengatakan kondisi pemulihan ekonomi China turut meningkatkan investasi di sektor manufaktur, di tengah terbatasnya perbaikan ekonomi negara berkembang lainnya.
Perry menambahkan pemulihan ekonomi global mendorong peningkatan beberapa indikator dini bulan September 2020, seperti mobilitas masyarakat global, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dan jasa di beberapa negara, serta keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa.
“Ke depan, berlanjutnya perbaikan ekonomi global didorong oleh berkurangnya penyebaran Covid-19, meningkatnya mobilitas masyarakat, dan berlanjutnya stimulus kebijakan,” tambah dia.
Kemudian, Perry menjelaskan bahwa perbaikan ekonomi global tersebut mendorong kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas dunia sesuai prakiraan sebelumnya.
Sementara itu, dia mengatakan ketidakpastian pasar keuangan global masih tetap tinggi, dipicu isu geopolitik seperti ketidakpastian pemilu AS dan perundingan Brexit, serta ketegangan hubungan dagang AS-China.
“Perkembangan ini berdampak pada terbatasnya aliran modal ke negara berkembang dan menahan penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia,” pungkas dia.