Muhammad Nazarudin Latief
22 Februari 2021•Update: 24 Februari 2021
JAKARTA
Nilai tukar rupiah melemah 52 poin pada level Rp14.117 per dolar Amerika Serikat, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp14.070.
Sedangkan pada kurs Bank Indonesia nilai rupiah sebesar Rp14.168 per dolar untuk kurs jual dan Rp14.027 pada kurs beli.
Ibrahim Assuaibi, Direktur Garuda Berjangka, mengatakan banjir di sejumlah wilayah pulau Jawa terutama di kawasan Jabodetabek menjadi salah satu yang berpengaruh pada pergerakan rupiah.
Banjir menurut dia menimbulkan kerugian ekonomi menghambat aktivitas masyarakat.
Banjir juga berpotensi menimbulkan penyakit lain serta peningkatan risiko penularan Covid-19 di berbagai tempat pengungsian.
Selain itu penanganan Covid-19 juga harus menjadi perhatian karena hingga kini rata-rata kasus positif masih di atas 25 persen, jauh dari ambang batas aman versi WHO yang dipatok di 5 persen.
“Vaksinasi juga berjalan dengan lambat,” ujar dia dalam siaran pers, Senin.
Pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi sentimen positif paket stimulus COVID-19 senilai USD1,9 triliun di Amerika Serikat yang disetujui parlemen untuk disahkan seminggu mendatang.
Di sisi bank sentral, Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan menyampaikan laporan kebijakan moneter tengah tahunan Fed kepada Komite Perbankan Senat.
“Investor akan mengamati tanda-tanda kekhawatiran atas biaya pinjaman jangka panjang yang lebih tinggi di pihak Powell,” ujar dia.
“Kondisi eksternal dan internal yang kurang mendukung, mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar jika rupiah kembali melemah,” ujar dia.