07 Oktober 2017•Update: 09 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan empat orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Pangandaran pada Sabtu.
Korban meninggal atas nama Ny. Yuyun (36), Aldi (6), Andika (8 bulan), dan Ny. Arsih (60). Selain itu, tiga orang dikabarkan luka ringan akibat tertimbun longsor. Mereka adalah Rasman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan).
"Rumah mereka berada di tebing lereng sehingga rawan longsor," ujar Sutopo.
Menurut Sutopo, hujan deras yang turun sejak Jumat malam pukul 20.00 WIB telah menyebabkan sungai dan anak sungai meluap.
"Data sementara yang berhasil dihimpun, tercatat 120 rumah terendam banjir. Tinggi muka air banjir di Komplek Perum Garden Estetika mencapai 2 meter," ujar Sutopo.
Evakuasi korban terdampak, lanjut Sutopo, sudah dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran (DPKPB) bersama TNI, Polri, Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Barat, SKPD, relawan dan masyarakat.
Selain itu, hujan juga menyebabkan longsor menimbun dua rumah di Dusun Sangkang Bawang RT 19 RW 08 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran.
"Petugas dari DPKPB bersama relawan dan masyarakat bersama-sama membersihkan sisa-sisa longsoran tanah dan menyemayamkan korban," jelas dia.
Sutopo menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor.
"Saat ini sebagian wilayah sudah memasuki musim penghujan, meskipun secara keseluruhan baru masuk musim penghujan pada awal November mendatang," jelas dia.
Musim kemarau menurut Sutopo telah menyebabkan tanah-tanah retak mudah terisi aliran permukaan saat hujan sehingga memicu longsor.
Berdasarkan data BNPB, longsor adalah bencana yang banyak menimbulkan korban jiwa.
Selama tahun 2017 ini, tercatat 438 kejadian bencana longsor di Indonesia. Dampak longsor menyebabkan 95 orang meninggal dunia, 132 orang luka-luka, 43.416 orang menderita dan mengungsi, dan lebih dari 1.500 unit rumah rusak.
BNPB memprediksi puncak musim penghujan diperkirakan pada Januari mendatang sehingga ancaman banjir dan longsor akan makin meningkat