Erric Permana
20 Juli 2018•Update: 21 Juli 2018
Erric Permana
JAKARTA
PT Pertamina membantah bakal menjual aset perusahaan kepada pihak swasta.
Plt Direktur PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan kebijakan yang akan dilakukan perusahaan yakni pemberian besaran hak partisipasi atau participating interest (PI). Menurut dia, penjualan aset dengan PI merupakan hal yang berbeda.
“Nanti orang yang megang PI, misalnya 10 persen, berarti dia berhak atas nanti produk itu 10 persen tapi sahamnya tidak kita jual, asetnya kita tidak jual. Seperti kita menjual produk tapi kita jualnya sekarang,” ujar Nicke di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat.
Nicke mengatakan seluruh blok yang dikelola Pertamina nantinya bisa dibeli hak pertispasinya. Menurut dia, ini biasa dalam bisnis migas.
“Yang lain juga kita open, kenapa Blok Balikpapan karena sudah kita mulai konstruksinya di tahun ini, jadi artinya sudah bisa kita buka,” tambah dia.
Mengenai adanya aksi demonstrasi yang digelar Serikat Pekerja PT Pertamina, nenurut Nicke pihaknya akan berkomunikasi dengan perwakilan karyawan tersebut mengenai pemberian hak partisipasi itu.
“Saya juga meminta kepada seluruh jajaran untuk selalu berkomunikasi, ini mungkin komunikasi yang tidak sampai. Manajemen juga sudah bertemu dengan serikap pekerja,” pungkas dia.
Sebelumnya, beredar surat dari Menteri BUMN Rini Soemarno mengizinkan PT Pertamina menjual aset perusahan. Ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi keuangan PT Pertamina.