İqbal Musyaffa
22 Desember 2017•Update: 23 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Perusahaan negara PT Pertamina menandatangani amandemen Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sonatrach (perusahaan migas Aljazair) terkait pengelolaan blok migas di Aljazair.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik dan CEO Sonatrach Abdelmoumen Ould Kaddour, di Algiers, Aljazair, Kamis (waktu Aljazair).
Berdasarkan keterangan resmi Pertamina, amandemen ini merevisi MoU sebelumnya yang ditandatangi pada September 2016.
Melalui kesepakatan baru ini, Sonatrach membuka peluang bagi Pertamina untuk menjajaki potensi migas baru di Aljazair.
Potensi yang akan digarap mencakup pengembangan aset eksisting serta pengembangan aset baru yang memiliki potensi produksi hingga 20.000 - 30.000 barrel per hari dengan total reserve mencapai lebih dari 100 MMBO.
Dalam kesempatan tersebut, Elia mengatakan setelah MoU ditandatangani, Pertamina dan Sonatrach akan menyelesaikan kesepakatan dan melakukan settlement commercial terms untuk selanjutnya mengajukan Plan of Development kepada otoritas migas di Algeria.
MoU ini juga membuka peluang bagi kedua perusahaan untuk menjajaki usaha baru baik di hulu, maupun hilir termasuk menggarap potensi LNG serta LPG.
Ia menambahkan MoU tersebut menjadi bukti kepercayaan Aljazair kepada Pertamina yang dianggap serius menggarap lapangan di luar negeri, khususnya 3 lapangan di Aljazair.
Saat ini Pertamina memiliki tiga lapangan di Aljazair. Di lapangan tersebut Pertamina melalui anak perusahaannya PIEP (Pertamina International EP) menjadi operator dengan hak kelola 65 persen di Lapangan MLN.