İqbal Musyaffa
08 Desember 2017•Update: 10 Desember 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Perusahaan migas nasional Pertamina menyebut rencana untuk meluncurkan gas LPG 3 kg non-subsidi akan dilakukan pada Maret 2018 mendatang.
Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar mengatakan LPG 3 kg non-subsidi akan menjadi varian baru dari produk Bright Gas milik Pertamina setelah sebelumnya tersedia untuk ukuran 5,5 dan 12 kg.
Meski begitu, Iskandar mengakui rencana tersebut malah menimbulkan kepanikan di masyarakat. Banyak masyarakat yang membeli LPG 3 kg subsidi melampaui kebutuhannya karena menganggap LPG 3 kg subsidi akan dihilangkan dari pasar.
Ini juga yang menurut dia menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan LPG 3 kg subsidi di masyarakat, selain karena penyalahgunaan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu.
Peluncuran LPG 3 kg non-subsidi, kata Iskandar lagi, bukan untuk menggantikan ketersediaan LPG 3 kg subsidi.
“LPG 3 kg subsidi tetap ada dan menjadi kewajiban Pertamina untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas dia, Jumat.
Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina Basuki Trikora Putra mengungkapkan terdapat perbedaan harga antara gas LPG subsidi dan non-subsidi sekitar Rp 6200 per kg yang ditanggung pemerintah melalui subsidi.
“Harga LPG subsidi sebesar Rp 5.000 per kg dan non-subsidi Rp 11.200 per kg,” lanjut Basuki.