Barry Eitel
17 Mei 2018•Update: 18 Mei 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
CEO Facebook Mark Zuckerberg setuju bertemu dengan anggota Parlemen Eropa, menurut pengumuman badan legislatif itu pada Rabu.
"Konferensi Presiden sepakat Mark Zuckerberg harus datang untuk mengklarifikasi masalah terkait penggunaan data pribadi dalam pertemuan dengan perwakilan Parlemen Eropa," kata Antonio Tajani, presiden Parlemen Eropa, dalam sebuah pernyataan.
Tajani mengungkapkan Zuckerberg sudah mengatakan akan ke Brussels untuk bersaksi "secepat mungkin", diperkirakan dalam waktu satu minggu.
Pertemuan tertutup itu diperkirakan akan fokus pada metode penanganan data pengguna Facebook.
Layanan media sosial itu dikritik habis-habisan setelah muncul kabar perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica mengakses data pribadi sekitar 87 juta pengguna Facebook tanpa persetujuan mereka. Perusahaan data itu bekerja sama dengan kampanye Presiden Donald Trump 2016 dan juga berhasil mengakses informasi sekitar 2,7 juta penduduk Eropa, menurut pernyataan Komisi Eropa.
"Warga kami berhak mendapatkan penjelasan lengkap dan rinci," tambah Tajani. “Saya menyambut baik keputusan Mark Zuckerberg untuk menghadapi perwakilan 500 juta warga Eropa. Itu adalah langkah awal yang benar. ”
April lalu, Zuckerberg mengajukan diri memberi kesaksian di depan anggota parlemen Amerika Serikat mengenai kasus Cambridge Analytica. Kesaksian itu bersifat publik, tidak seperti pertemuan yang diusulkan Parlemen Eropa.
"Kami menerima proposal Dewan Presiden untuk bertemu para pemimpin Parlemen Eropa dan menghargai kesempatan untuk berdialog, untuk mendengarkan pandangan mereka dan menunjukkan langkah-langkah yang kami ambil untuk melindungi privasi pengguna dengan lebih baik," kata Facebook dalam sebuah pernyataan.
Zuckerberg tidak mengeluarkan komentar apapun tentang pengumuman Tajani.
Anggota parlemen Inggris telah meminta Zuckerberg untuk bersaksi sebanyak tiga kali, namun Facebook menolak semua permintaan itu dan mengatakan Zuckerberg ingin membahas masalah tersebut dengan perwakilan beberapa negara Eropa sekaligus.