Muhammad Abdullah Azzam
13 Februari 2018•Update: 13 Februari 2018
Adham Kako, Levent Tok
ANKARA
Aktivis Suriah telah meluncurkan sebuah kampanye baru di media sosial untuk menarik perhatian publik pada krisis kemanusiaan di Ghouta Timur, ibu kota Damaskus.
Kampanye itu terkait penderitaan warga sipil akibat pengepungan rezim Assad dan para pendukungnya selama lima tahun.
Para pengguna media sosial yang mendukung kampanye tersebut akan memasang hashtag #SaveGhouta dan menyampaikan pesan “Selamatkan anak-anak, warga sipil di Ghouta Timur", "Selamatkan Ghouta dari Assad", "Pembantaian masih berlanjut", dan "Selamatkan Ghouta".
Para aktivis sebelumnya telah mengorganisir kampanye serupa untuk menarik perhatian pada penderitaan anak-anak korban peperangan dari serangan senjata kimia oleh rezim di Ghouta Timur.
Krisis kemanusiaan semakin memburuk di Ghouta Timur. Ratusan masyarakat terluka dan mengidap penyakit. Mereka membutuhkan penanganan darurat. Banyak anak-anak mengidap penyakit kanker akut. Tidak sedikit dari mereka tewas karena menderita kelaparan dan tak mendapatkan pengobatan dari penyakit yang diderita.
Sedikitnya 539 sipil tewas dan lebih dari 2.000 sipil terluka dalam serangan 47 hari terakhir di Ghouta Timur sejak 29 Desember tahun lalu.
Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi yang diprakarsai oleh Turki, Rusia dan Iran dengan larangan agresi.
Kawasan itu adalah rumah bagi sekitar 400.000 warga sipil.
Konflik Suriah dimulai sejak 2011, ketika rezim tersebut memperlakukan demonstran dengan keganasan tak terduga.
PBB menyebutkan ratusan ribu orang tewas dalam konflik tersebut hingga saat ini.