IDLIB, Suriah
Pasukan rezim Bashar al-Assad menyerang Idlib Selatan dengan bom fosfor putih, senjata kimia yang dilarang digunakan, menurut lembaga kemanusiaan White Helmets/Helm Putih.
Pimpinan Helm Putih di Idlib Mustafa Haj Yousuf mengatakan pada Anadolu Agencypasukan yang dikerahkan ke desa Abu Dali di Provinsi Hama dan kelompok-kelompok teroris asing yang didukung Iran, menyerang Idlib selatan dengan bom fosfor putih.
“Serangan itu dilakukan dua kali. Ada sekitar 40 bom fosfor putih yang dilemparkan, ”kata Haj Yousuf, seraya menambahkan bahwa kelompoknya gagal mendapatkan informasi korban sampai sekarang.
Penggunaan fosfor putih, yang dapat dilihat dengan jelas dalam rekaman yang diperoleh oleh Anadolu Agency, dilarang berdasarkan hukum internasional.
Fosfor, yang meracuni orang ketika terhirup, menyebabkan kerusakan besar pada otak dan paru-paru sehingga menyebabkan kematian.
Daerah yang menjadi sasaran bom sebagian besar diungsikan karena serangan rezim yang intensif di wilayah tersebut. Diperkirakan pemboman itu tidak menyebabkan korban.
Pasukan rezim Assad terakhir menggunakan bom fosfor putih Maret lalu di Ghouta Timur.
Serangan rezim di zona eskalasi Idlib diperkirakan telah menewaskan sedikitnya 124 warga sipil dan melukai lebih dari 362 lainnya sejak awal 2019.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya, Vladimir Putin, di Sochi, Rusia.
Ankara dan Moskow menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan stabilisasi situasi di zona de-eskalasi Idlib dan melarang tindakan agresi.
Suriah telah dilanda perang saudara sejak awal 2011, saat rezim Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keras.
Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pejabat PBB.
Ditulis oleh Sena Guler