Islam Uddin
14 Mei 2021•Update: 17 Mei 2021
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Blok negara-negara muslim mendesak Dewan Keamanan PBB melakukan intervensi pada "kekerasan dan peningkatan serangan" oleh Israel terhadap Palestina.
Mendesak agar Dewan Keamanan melaksanakan resolusi sebelumnya tentang masalah Israel-Palestina, ujar perwakilan tetap Organisasi Kerja sama Islam (OKI) pada PBB dalam sebuah pernyataan, Rabu.
Jika Dewan Keamanan "gagal menegakkan tanggung jawabnya mengatasi krisis ini" OKI akan mengadukan masalah ini pada Majelis Umum PBB agar "meningkatkan tanggung jawabnya,".
Aduan ini termasuk melanjutkan sesi khusus darurat kesepuluh untuk menghentikan agresi Israel di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur.
Selain itu juga memastikan perlindungan rakyat Palestina, dan mendesak langkah-langkah menahan agresivitas Israel.
Pemerintah pendudukan, bertanggung jawab atas pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia. "
Pernyataan bersama tersebut disampaikan Duta Besar Niger untuk PBB Abdou Abarry, yang saat ini menjabat sebagai ketua kelompok OKI, kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum Volkan Bozkir dari Turki, dan Presiden Dewan Keamanan Zhang Jun dari Tiongkok.
Sebelumnya, OKI mengadopsi pernyataan yang diusulkan Pakistan yang mengutuk Israel dan menegaskan kembali dukungan untuk Palestina, ketika bentrokan mematikan di Yerusalem Timur dan daerah lain meningkat.
Ketegangan memuncak di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur sejak pekan lalu ketika pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.
Keputusan itu kemudian ditunda.
Warga Palestina yang memprotes solidaritas dengan penduduk di lingkungan itu menjadi sasaran pasukan Israel.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980, suatu tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.