Hayati Nupus
24 November 2018•Update: 25 November 2018
Atilla Altuntas
STOCKHOLM
Pemerintah Swedia mengumumkan pada Jumat bahwa pihaknya akan menandatangani perjanjian penting PBB mengenai imigrasi.
Dalam pernyataan resminya melalui website, pemerintah mengatakan bahwa Swedia akan menandatangani perjanjian global pertama PBB soal isu imigran.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa penandatanganan itu bertujuan untuk mencegah migrasi tidak teratur dan mempromosikan migrasi yang aman.
“Anak-anak, orang tua dan perempuan, yant terkena migrasi, akan terlindungi oleh kerja sama global,” kata dia.
Perjanjian penting PBB soal migrasi itu diputuskan pada Juli, setelah dua tahun diskusi yang digelar negara-negara anggota.
Perjanjian yang tidak mengikat secara hukum itu bertujuan agar migrasi lebih teratur dan aman di seluruh dunia, yang akan secara resmi diadopsi pada konferensi internasional di Maroko pada 10-11 Desember 2018.
Pemerintah Eropa yang populis, yaitu Austria, Polandia dan Hungaria, juga beberapa negara lainnya, termasuk AS, Israel dan Australia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian, dengan alasan bahwa itu dapat merusak kedaulatan dan kebijakan imigrasi mereka.