Hayati Nupus
24 November 2018•Update: 25 November 2018
Muhammet Emin Avundukluoglu
ANKARA
Kepala komisi parlemen gabungan Turki-Parlemen Eropa (EP), Jumat, menerima anggota Forum Turki EP (MEPs) di ibukota Ankara.
Berbicara kepada wartawan di parlemen, Ismail Emrah Karayel, mengatakan bahwa dia memandang pentingnya kunjungan tersebut di tengah “pasang surut” hubungan Turki-Uni Eropa.
“Saya yakin bahwa kunjungan ini akan berdampak positif terhadap hubungan Turki-Uni Eropa, serta hubungan parlemen Turki dan Eropa,” ujar dia.
Kunjungan anggota parlemen itu bertepatan dengan kunjungan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Johannes Hahn ke Ankara.
Turki mengajukan keanggotaan ke Masyarakat Ekonomi Eropa –-pendahulu Uni Eropa—pada 1987. Turki memperoleh kelayakan untuk keanggotaan UE pada 1997 dan pembicaraan aksesi dimulai sejak 2005.
Dalam beberapa tahun terakhir, Turki mengeluhkan penolakan Eropa untuk membuka lembaran negosiasi aksesi tersebut dengan alasan politik, yang dianggap tidak substantif.
Ankara juga menyalahkan UE karena gagal mengakhiri kesepakatan pengungsi pada Maret 2016, termasuk pembebasan visa bagi warga Turki dan pengiriman paket bantuan senilai miliaran euro yang dijanjikan bagi para pengungsi Suriah di Turki.