Mücahithan Avcıoğlu
02 Juni 2026•Update: 02 Juni 2026
Istanbul akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ekonomi Islam Global ke-3 pada 3-6 Juni, yang akan mempertemukan para pembuat kebijakan, gubernur bank sentral, investor, lembaga keuangan, akademisi, dan perwakilan industri dari berbagai negara.
KTT yang berlangsung selama empat hari itu diselenggarakan oleh AlBaraka Islamic Economy Forum di bawah naungan AlBaraka Summits Turkiye dan akan digelar di kantor pusat Halkbank yang berada di Istanbul Financial Center.
Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Capital in the Islamic Economy: Structuring Wealth for Sustainable Development” atau “Modal dalam Ekonomi Islam: Menata Kekayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan”, dengan fokus pada keuangan etis, pembangunan berkelanjutan, serta masa depan ekonomi dan keuangan Islam.
Berbagai sesi akan membahas kecerdasan buatan (AI), transformasi digital, modal digital, inovasi keuangan, fintech syariah, ekosistem likuiditas berkelanjutan, dan kewirausahaan generasi muda. Kantor berita Anadolu akan bertindak sebagai mitra komunikasi global acara tersebut.
Salah satu sesi utama bertajuk “Digital Capital and Financial Innovation: Technology, Governance and Shariah Integrity” akan mengulas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam operasional keuangan Islam, termasuk penilaian kredit, pemantauan risiko, kepatuhan otomatis, serta tokenisasi aset yang sesuai dengan prinsip syariah.
KTT tersebut juga akan menggelar panel khusus yang menghadirkan gubernur bank sentral dan para menteri, dengan moderator Mahmoud Mohieldin, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pembiayaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Panel itu akan diikuti oleh Gubernur Bank Sentral Turkiye Fatih Karahan, Gubernur Bank Negara Malaysia Abdul Rasheed Ghaffour, serta Gubernur Otoritas Moneter Palestina Yahya Jawdat Hafez Shunnar.
Diskusi diperkirakan mencakup kerangka stabilitas keuangan, tata kelola arus modal, ekosistem likuiditas berkelanjutan, dan ketahanan ekonomi.
Menteri Keuangan dan Perbendaharaan Turkiye Mehmet Simsek juga dijadwalkan menyampaikan pidato utama mengenai modal, pembangunan, dan kemakmuran yang inklusif.
KTT tersebut turut menghadirkan berbagai sesi bagi pemimpin bisnis muda, wirausahawan, dan kreator digital yang akan membahas instrumen keuangan Islam, model bisnis berkelanjutan, serta penciptaan nilai dalam ekonomi digital.
Sejumlah penandatanganan nota kesepahaman juga direncanakan untuk memperkuat kerja sama antara kalangan akademisi, sektor keuangan, dan industri.
Pada kesempatan itu, Laporan Strategis AlBaraka pertama juga akan diluncurkan, yang memuat visi mengenai masa depan ekonomi Islam dan perannya dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
Sesi interaktif juga akan digelar dalam rangka Saleh Kamel Islamic Economics Award yang memiliki total nilai penghargaan sebesar 1 juta riyal Saudi atau sekitar 266.500 dolar AS.
KTT ini diselenggarakan melalui kemitraan strategis dengan Kantor Investasi dan Keuangan Kepresidenan Turkiye, Turkiye Wealth Fund, Istanbul Financial Center, Islamic Cooperation Youth Forum, dan Universitas Ibn Haldun.