Ekip
21 Februari 2018•Update: 21 Februari 2018
Mohamad Misto
GHOUTA TIMUR, Suriah
Sedikitnya 167 warga sipil telah terbunuh dalam dua hari terakhir setelah rezim pemerintah Assad mengintensifkan serangan di pinggiran Damaskus, Ghouta Timur, kata sumber dari Pertahanan Sipil Suriah pada hari Selasa.
Sumber dari Pertahanan Sipil, yang juga dikenal sebagai Helm Putih, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan rezim di Ghouta Timur telah membunuh 88 orang pada hari Senin dan 79 pada hari Selasa.
Menurut koresponden Agency Anadolu di lapangan, pasukan rezim dan pendukung mereka telah mengintensifkan serangan terhadap kawasan seperti Duma, Haresta, Hammuriya, Misraba, Marj, Saqba, Kafr Batna, Ayn Tarma, Shifonia dan Beit Sawa sejak Senin pagi.
Jumlah korban tewas diperkirakan bertambah karena serangan masih berlanjut di beberapa daerah.
Ghouta Timur berada dalam jaringan zona de-eskalasi - didukung oleh Turki, Rusia dan Iran - di mana tindakan agresi dilarang.
Namun demikian, rezim Suriah terus menargetkan bagian pemukiman kota tersebut, dan telah menewaskan sedikitnya 539 orang - dan melukai lebih dari 2.000 lainnya - sejak 29 Desember 2017.
Sebagai rumah bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim selama lima tahun terakhir.