Maria Elisa Hospita
16 Oktober 2019•Update: 17 Oktober 2019
Orhan Onur Gemici
ANKARA
Sejak Turki melancarkan operasi antiteror di utara Suriah pada Rabu lalu, sebanyak 24 orang telah ditahan karena menyebarkan hoaks di media sosial.
Dalam sepekan terakhir, unit keamanan siber operasi itu menangkap 186 orang.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dari unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut sumber keamanan, hampir 840 orang mengunggah post kontroversial di media sosial, di mana 62 akun dioperasikan di Jerman, Inggris, hingga Prancis.
Di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri Turki, pasukan keamanan mengawasi media sosial untuk mengambil tindakan terhadap ancaman yang menargetkan integritas Turki, tatanan konstitusional, dan keamanan nasional.
Turki memandang kelompok teroris PKK dan cabangnya, YPG/PYD, sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
*Ditulis oleh Erdogan Cagatay Zontur