Muhammad Abdullah Azzam
12 Maret 2019•Update: 12 Maret 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Tiga sipil tewas dan 14 lainnya menderita luka-luka setelah pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya menyerang permukiman warga sipil pada Senin di zona de-eskalasi Idlib, ungkap direktur White Helmets di Idlib Mustafa Haj Yousuf.
Rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris asing dukungan Iran masih terus melancarkan serangan artileri ke desa-desa di Idlib dan Hama.
Pihak pertahanan sipil melaporkan setidaknya 72 sipil, 28 di antaranya anak-anak, tewas dalam 1.797 serangan darat dan 67 serangan udara yang dilancarkan selama Februari ke provinsi Idlib.
Menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan keganasan yang tidak terduga.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.