Rıskı Ramadhan
22 November 2017•Update: 22 November 2017
Adham Kako
ANKARA
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) merilis laporan terkait pelanggaran hak terhadap anak di Suriah dalam rangka Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November silam.
Menurut laporan tersebut, setidaknya 21.631 orang anak tewas dalam serangan-serangan yang dilancarkan oleh rezim Assad dan pendukungnya sejak tahun 2011.
Jumlah itu termasuk 1.529 anak terbunuh dalam serangan Rusia yang melakukan intervensi di Suriah sejak 2015 untuk mendukung rezim dari udara.
Dilaporkan juga 711 anak meninggal dunia dalam serangan dan eksekusi Daesh, sedangan Koalisi Internasional melawan Daesh tercatat membunuh 723 anak dalam serangan-serangannya.
Organisasi teroris PKK/PYD dilaporkan membunuh setidaknya 127 orang anak dan menculik 503 anak lainnya.
Sebanyak 1.024 orang anak tercatat tewas akibat bentrokan senjata antara kelompok anti rezim serta oposisi militer dengan pasukan rezim.
Sedangkan 701 anak terbunuh oleh kelompok yang tidak diketahui identitasnya.
Laporan itu menunjukkan bahwa anak-anak merupakan korban terbesar dalam perang saudara yang berlangsung sudah hampir tujuh tahun di Suriah. Perang tersebut mengakibatkan 1.378 sekolah dan taman kanak-kanak hancur total dan 3,2 juta orang anak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
Setidaknya 1.147 sekolah dan taman kanak-kanak hancur dalam serangan-serangan rezim Assad dan 144 sekolah lainnya hancur setelah intervensi Rusia ke Suriah.
Sementara itu, Kelompok teroris Daesh dilaporkan menargetkan setidaknya 19 sekolah dengan kendaraan bermuatan bom dan pasukan koalisi internasional melawan Daesh telah meledakkan setidaknya 23 sekolah sejak 23 September 2014.
--Menjadi milisi
Laporan tersebut menilai tindakan pasukan rezim dan kelompok teroris PKK/PYD mempersenjatai anak-anak sebagai pelanggaran terpenting.
SNHR memperkirakan setidaknya ada 349 orang anak bergabung dalam milisi setempat yang berada di bawah kendali rezim.
Menurut laporan tersebut, dengan mulainya perang saudara pada Maret 2011, Suriah berada di peringkat pertama dalam pelanggaran hak terhadap anak di dunia.